Jurnalistonline.com, JAKARTA || Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkerjasama dengan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Hanoris mengelar sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra kerja ,di halaman Sasana Krida, Jl Kapuk Raya no 1, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (11/12/2021)
Kegiatan tersebut di hadiri langsung lurah Kapuk Ujang Sungkawa berserta setaff, Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Drs.Ibni Sholeh M.Si ,Direktur Pemandu Kebijakan Pengendalian Penduduk, Ir. Mila Rahmawati MS, Kepala Seksi PK2 Sudin PPAPP Jakarta Barat Supyan Nusauri SE dan Monang Tambunan perwakilan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Hanoris.
Dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat itu, juga turut dilaksanakan kegiatan vaksinasi covid-19 dosis 1 dan 2 sebanyak 500 dosis kepada masyarakat
Dalam sambutannya Direktur Pemanduan, Ir. Mila Rahmawati menghimbau kepada masyarakat terkait pencegahan stunting dan menghimbau masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka percepatan Vaksinasi Nasional.
" Alhamdulilah pada hari ini kita melaksanakan kegiatan sosialisasi Advokasi dan KIE program Bangga Kencana dan Vaksinasi kepada masyarakat bekerjasama dengan Pak Charles Honoris Wakil Ketua Komisi IX DPR RI" ungkapnya
" Pada hari ini juga kita melaksanakan Vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat, sebagai respon cepat kami dalam program percepatan Vaksinasi Nasional. Dari informasi yang kami terima, untuk diwilayah kapuk ini masih banyak yang belum tervaksinasi dan angka stuntingnya juga tinggi ,maka dari itu mari kita gempur untuk di wilayah kapuk dan Kamal yang masih tinggi "Tambahnya
Ditempat yang sama Drs. Ibni Shaleh M.Si Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa kasus stunting masih memiliki angka yang cukup tinggi hal tersebut disinyalir dari maraknya pernikahan di usia dini yang menyebabkan pertumbuhan anak kurang optimal,maka dari itu selama 1000 hari supaya balita tidak terjadi stunting ,ibu menyusui 730 hari selama 2 Tahun,hamil 270 hari,biar tidak ada batita dalam jarak 3 tahun ,bayi harus cukup menyusunya dan juga perkembangan bayi di usia 3 bulan,9 bulan sampai 12 bulan bisa berjalan biarpun jatuh - jatuh
" Untuk mencegah stunting pada keturunan kita , idealnya para pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan itu berusia 21 tahun untuk wanita dan usia 25 tahun untuk pria. Hal tersebut dinilai dapat mencegah stunting atau buruknya perkembangan anak sehingga anak anak kita kelak mendapatkan asupan Gizi yang cukup dan berkembang dengan optimal" ungkap Ibni
Pada kesempatan yang sama Lurah Kapuk, Ujang Sungkawa memberikan apresiasi terkait kegiatan ini yang telah dilaksanakan diwilayahnya. Ia juga berharap dengan seringnya kegiatan sosialisasi dan edukasi ini dapat menumbuhkan kepekaan masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat serta menjadikan calon calon pasangan yang hendak menikah dapat lebih memahami apa yang perlu dipersiapkan untuk menghindari stunting pada anak
,"Alhamdulillah saya berterima kasih kepada BKKBN dan bapak Charles honoris yang sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi di wilayah kami sehingga kami berharap masyarakat memiliki kepekaan terhadap permasalahan stunting dan vaksinasi di wilayah kami ,sekali lagi saya mengucapkan banyak Terima kasih ,"tutupnya****Ida